kayanya dah lama aku ga nulis di blog ini, jadi kaya banyak sarang lebahnya eh maksudnya laba-laba (hehehe)
#krik garing yah ^_^
ini cerita tentang sebuah kehidupan yang selalu orang lain pertanyakan, mengapa, kenapa dan bagaimana??
berawal aku terlahir, ,
aku terlahir dari keluarga yang sederhana namun dengan kaya kasih sayang
aku dilahirkan dengan keadaan prematur dan terlahir kembar
aku memiliki berat badan 1,7kg dan kembaran ku terlahir dengan 2kg
aku diberi nama anna hanifah dan saudara kembarku ani latifah
namun dengan sisi lain ada kaka dari ayahku tidak memiliki keturunan, jadi saudaraku di urus oleh beliau, jadi semenjak lahir kita sudah terpisah
aku tinggal dengan ayah dan ibuku, dengan rumah yang masih ngontrak, dan rumah itu pun hanya beratapan plastik dan jendela dengan kawat2 yang sudah karat dan lusuh, namun di situlah aku di besarkan, hingga pada saat aku sekitar umur 3 tahun ayah dan ibuku pindah ke kontrakkan yang lebih layak lagi dan terus berpindah-pindah, dan sampai pada akhirnya aku dan saudara ku memasuki sekolah TK, namun kita tetap beda sekolah, dengan keadaan rumah mengontak, ayah saya hanya bekerja sebagai buruh pabrik yang gajinya pun mungkin hanya cukup untuk membeli beras jaman sekarang
banyak orang-orang menanyakan pada ibuku, "memang ayahnya punya gaji berapa? kok bisa si sekolahin anaknya ke TK malah dua-duanya, terus masih bisa kebeli makanan enak pula"
ibu ku hanya bisa tersenyum dan berkata "kan rizki mah pasti ada aja dari ALLAH mah"
setelah aku beranjank kelas 6 SD, akhirnya ayahku memiliki uang lebih dan membeli gubuk pinggir jalan yang lumayan untuk tinggal dan alhamdulillah bukan ngontak lagi, walau bisingnya jalan setiap hari namun ayah dan ibu mendirikan warung yang sama di tempat itu juga, jadi gubuk itu jadi tempat tinggal dan sekaligus warung
namun ayahpun tak pernah lelah, selain ngewarung, ayah jadi tukang pijat refleksi kalo ada yang mau dan manggil juga, lumayan lah buat tambah-tambah pemasukkan
dengan hasil itu ayah dan ibu membesarkan dan membiayai sekolah kami berdua, walau aku sama kembaran aku masih tetap beda sekolah tapi ayah dan ibu ga membedakan kami
aku bahagia dengan keadaan ini, memiliki keluarga yang amat sangat bisa memberi aku tentang perih hidup
setelah aku SMA orang tua ku memiliki rizki yang lebih hingga bisa membeli rumah yang cukup mewah, di kavling yang sampai saat ini masih kami tinggali, itulah jerih payah orang tua ku hingga memiliki rumah dan satu mobil
alhamdulillah saat itu keadaan sedang di titik atas, namun dengan keperluan lain mobil pun terjual, namun ya tak apa karena itu hanya harta yang bisa kapan saja kembali pada pemiliknya
lalu saat kami anaknya masuk dalam perkuliahan, mereka tetap bisa membiayai dengan jering payah mereka, ayah hanya bekerja MLM, yang tidak setiap saat mendapatkan penghasilan, hanya terkadang ada yang memesan dan tutup point baru mendapatkan penghasilan yang tidak lebih, namun cukup untuk kehidupan
ibu hanya ibu rumah tangga yang terkadang mendapat pekerjaan dari ibu-ibu kavling, yaa ngejait-jait gitu, mayet-mayetin kerudung dan dengan upah yang tidaklah sebanding dengan lelahnya orang tua ku bekerja
hanya sekitar 700 rupiah bisa di peroleh dari satu kerudung
namun ini lah kehidupan keluarga aku, yang selalu percaya bahwa memanglah rizki itu ALLAH yang memberi namun bagaimana kita berusaha
dan itulah kehidupan, tidak selamanya ada di titik tertinggi dan berada di titik terendah
semua akan ada waktunya dimana dan bagaimana kamu berusaha mendapatkan apa yang kamu tuju
hidup tak selamya suka namun terkadang perihpun akan di rasakan
dengan hal ini lah aku terkadang selalu bersemangat kembali bila kalanya aku terpuruk
tapi aku pun merasa aku belum bisa memberi apapun untuk kedua orang tua ku, aku belum bisa memberi sedikit kebahagiaan itu
tapi tetap aku berusaha dengan sebisaku, dengan hal ini aku tidak malu
tapi aku bangga dengan kedua orang tua ku yang tak pernah lelah berusaha bagaimana anaknya harus lebih dari mereka, bukan jadi buruh atau menjadi pengangguran
disinilah hikmahnya, dimana kita tak kaya akan sebuah harta namun keharmonisan keluarga, kerja keras, dan semangat untuk meraih mimpi yang bisa membangunkan kita dari keterpurukan dan tetap memberi semangat untuk terus berusaha tanpa menyerah hingga apa yang kita inginak tercapai dengan indah atas segala RIDHO-NYA
YA ALLAH aku bersyukur atas nikmat ini dan aku bahagia terlahir dari keluarga yang sedrhana ini, namun penuh ketulusan dan penuh kesyukuran terhadap-MU atas apa yang telah di berikan sampai saat ini
mungkin sekian cerita gw, ya memanglah ga menarik atau membuat terharu, tapi semoga aja ada hikmahnya
semoga aja bisa jadi bahan renungan
hehe
sebelumnya mohon maaf ya kalau ada kata yang salah
maklum lah aku manusia biasa bukan luar biasa :D
ok lah kawand bye..........
see you next time ya