Jumat, 30 November 2012

Saat Cinta mengalahkan logika


saat cinta menghampiri sepi
menyelimuti batas asa yang menepi
memberi angan yang indah dalam mimpi
terbuai akan pesona sebuah misteri
saat cinta berbicara
membuat kaku dan membisu
berdiam berdiri seolah kaku
terpana akan sebuah rasa yang menggebu
cinta seolah bunga yang berkembang
membutakn segala hal yang tersirat itu adalah keindahan
melumpuhkan segala logika yang tertancap
membuahkan sebuah benih yang selalu nampak bermekar
cinta ibarat mentari yang beri kehangatan
bintang yang beri penerangan
embun yang memberi kesejukan
air yang bisa lepaskan dahaga
namun ketika cinta bersilang
ketika cinta beranjak pergi
seoalah semua tak ada arti lagi
seoalah semua menjadi luka lama yang enggan pergi
waktu yang diawali sebuah senyuman namun berakhir dengan tangisan
semua yang dianggap indah
berakhir dengan gundah
menyelinap setitik rindu yang melekat
membasuh luka yang tertancap
tersirat akan sebuah hasrat
terjatuh dalam keterpurukan melekat
membawa luka yang berujung kejeraan








“cinta terkadang telah membutakan sebuah logika
namun jika melihat lebih dalam lagi
sebuah cinta itu hanya bagaimana kita memandang,
mencermati, mengendalikan diri,
mengartikan sebuah cinta itu sendiri
dan merasakan keindahan, ketika cinta itu datang ataupun pergi
karena awal cinta ibarat sebuah pertemuan dan perkenalan
ketika pertemuan itu menyapa maka saat itu cinta datang,
namun sebuah pertemuan itu ada halnya perpisahan
ketika perpisahan menghampiri maka cinta seoalah pergi
maka cinta ada saatnya datang
adapun saatnya pergi
cinta yang pergi mungkin itu hanya sebuah cinta yang bukan untuk di miliki
namun hanya sebatas cinta yang ada dalam diri
cinta bukan sebuah emosi tapi cinta adalah sebuah rasa yang tertanam dalam hati”

_BintangPelangi_

0 komentar:

Posting Komentar